Saturday, 10 March 2018



Selembar  Daun

Layung-layung senja melambung  hilang
Dalam hitam malam menjulur tergesa
Belaiannya menepis sunyi yang semakin senyap
Dekapannya seakan menenun lagi rona kebahagiaan dalam simpul poles wajah mungilku,
Camar sekonyong-konyong menari ayu di awang-awang,
            Diatas ilalang yang bergoyang dengan  irama kekanan dan kekiri..
            Angin sepoi-sepoi mengintip dari sudut sana,
            Dibalik noktah-noktah barisan pohon rindang yang terpekur indah,
            Rambu-rambu menyala memanjat udara untuk menyampaikan sesuatu padaku,

            Selembar daun terjatuh,
            Semacam girang yang mengalun dalam semesta,
            Guratan lukisan mimpi,asa dan citaku ku bingkai disana..
            Selembar daun jatuh takkan pernah membenci angin..
            Aku berlari meraihnya, tapi aku tersungkur 
Tiba-tiba,membran tymphani ku bereaksi,
Jauh nun dibalik kabut tebal pagi hari
Seorang wanita paruh baya lebat berteriak lantang,
“Nak,.Ibu menyayangimu.. ^_^”



Bak semburan kilat tekanan tinggi,
Ia jamah dan remas selembar daun tadi dan ia mengangkat tubuhku,
Kelenjar air matanya mengeluarkan mutiara,
Ia surgaku,
“Aku juga menyayangimu, Ibu”, tukasku tersenyum.


22/12/15
#HappyMothersDay

Silahkan tinggalkan komentar dan terimakasih sudah meninggalkan komentar.

NANDA SRI WAHYUNI PULUNGAN . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates