Layung-layung senja melambung hilang Dalam hitam malam menjulur tergesa Belaiannya menepis sunyi yang semakin senyap Dekapannya seakan menenun lagi rona kebahagiaan dalam simpul poles wajah mungilku, Camar sekonyong-konyong menari ayu di awang-awang, Diatas ilalang yang bergoyang dengan irama kekanan dan kekiri.. Angin sepoi-sepoi mengintip dari sudut sana, Dibalik noktah-noktah barisan pohon rindang yang terpekur indah, Rambu-rambu menyala memanjat udara untuk menyampaikan sesuatu padaku,
Selembar daun terjatuh, Semacam girang yang mengalun dalam semesta, Guratan lukisan mimpi,asa dan citaku ku bingkai disana.. Selembar daun jatuh takkan pernah membenci angin.. Aku berlari meraihnya, tapi aku tersungkur Tiba-tiba,membran tymphani ku bereaksi, Jauh nun dibalik kabut tebal pagi hari Seorang wanita paruh baya lebat berteriak lantang, “Nak,.Ibu menyayangimu.. ^_^”
Bak semburan kilat tekanan tinggi, Ia jamah dan remas selembar daun tadi dan ia mengangkat tubuhku, Kelenjar air matanya mengeluarkan mutiara, Ia surgaku, “Aku juga menyayangimu, Ibu”, tukasku tersenyum.
22/12/15 #HappyMothersDay
|
Silahkan tinggalkan komentar dan terimakasih sudah meninggalkan komentar.