Saturday, 10 March 2018

TERSERAH



Buncah?!
Bedebah?! Resah?! Gelisah?!
Mendesahkan resah gelisah yang misterius..
Membran yang membatasi vilamen-vilamen otakku tercekik
Gelanggang seruputan yang kau suguhkan memuakkan
Memutar ceruk pantai hatiku yang disiram cinta menjadi terselimuti noktah benci
Kau sendiri yang membuatnya
Menggigil bayanganmu membakar rasa,
Yang ku sesali, mengapa hal seperti ini terulang lagi?
Ini waktu yang tidak tepat, sama sekali tidak tepat..
 Senandung sendu ku ternyata berkompromi dengan hujan
Sepertinya ia juga merasakan apa yang kurasakan
Setiap hari ia menangis hampir tak ada sela untuk menyiramnya dengan pelangi
Awalnya aku merasa orang paling kesepian saat ini
Karena  tidak ada yang berminat meleburkan dimensi dungu yang mewabah jatuh tepat dijiwa yang polos dibakar sepi berkepanjangan.
Tak ada yang mengerti termasuk dirimu
Semuanya tinggal di rak-rak tersamar riak-riak disujudku yang canggung
Kunyanyikan diriku agar kau sadar
Tapi zarah darahmu tak bisa menerima aliran pipa zarahku yang berjalan terseok-seok yang sekarang beraroma tengik
Dengan seroja sejuta binar akan angan
Kau hanya diam,
Diam , melunakkan suara lusuh dalam langitmu sendiri.
Dan aku?
Aku tak bisa berbuat apa-apa..
Kau punya pilihan sendiri begitu juga aku
Bagiku kamu salah , bagimu aku lebih salah
Bagiku aku benar, bagimu kau lebih benar>.
Mau dikatakan apalagi ?
Terserahlah.. @
#15/10/16

Silahkan tinggalkan komentar dan terimakasih sudah meninggalkan komentar.

NANDA SRI WAHYUNI PULUNGAN . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates