Diantara gejolak hati yang aneh Ku mencari, bertanya tuk bersua Dimana dirimu?
Cakarannya mencengkram urat leher erat Seperti ada yang mencabik hati Dicabiknya dengan kobaran api Ahh.. Diriku saja bingung! Semburannya meluap begitu tiba-tiba Keras dan penuh ambisius Menggedor-gedor pintu bathin kosong Linglung... Mengapa pintu itu terdorong, tergeser perlahan?
Diantara senyuman bibir merah yang lusuh Kutanya hendak apa gerangan? Datang begitu saja? Pergi begitu saja?
Lihatlah, matahari merangkai perputaran semu Lihatlah, ia disingkirkan oleh gumpalan balutan kelam Lihatlah, gumpalan itu melapisi bumi, kelam! Perputaran itu kulewati tanpa makna Apakah hanya tuk menitip empedu pahit? Ataukah.. Segores coretan kenangan ingin singgah? Kenangan yang hanya mengembara di senja cuaca hatiku Tuk mengembalikan setitik demonstran, Kumpulan klakson yang dulu menetap dimasa silammu? Tak harapku diberi bubur Santapan orang yang berada di kota-kota... Hidup disela ilalang kemelaratan saudaranya Tak ingin arakan buah kasihmu Tak jua zamrud permata milikmu Jangan berpikir begitu!
Ketika itu langit pucat Tak sungkan mengguyur kami Ia juga bercerita Selembar kertas putih polos Seenaknya kau kutuk ia
Dengan hirupan udara yang menyesakkan Resah menggeliat ,menggerutu Oper-operan kisah kulempar Tangkai rem begitu adanya Merpati menyampaikan bunyi Ikhtiar tuk curahan solusi Garis-garis fana sandiwara Untuk hilangkan testamen Yang tiba-tiba tergelincir, meluncur, melesat singgah di hati Namun, Aku mencangkung , kaku dan canggung Tanah itu bergoyang ke kanan, kiri Menggelengkan keinginan Tak ada yang bisa dipercaya Garis tipis macam gerakan air di pasir, Ingin ku kubur di dasar lautan hindia Di dasar lautan relung sebaris rasa Sampai mikro detik, Menating diri sendiri kelubang kuburan
Aku makhluk sosial Takkan bisa termangu, Berdiri gagah di tanah khatulistiwa Pertaruhan ilusi, Tak ada yang memberi sinar, Tuk kubanggakan , Selain rindu rasa ketulusanmu
Belum selesai menjadi novel Sudah robek dihalaman pertama Tragis ataukah romantis? Entahlah.. Habis kikis diambangn kebingungan..
Engkau cemburu, Engkau ganas, Mangsa aku dalam cakarmu Bertukar tangkap dengan lepas
Kubuka tirai pelik Kuingin rindu rupa belaka di telan Dan ia melambai pulang perlahan
Meratap menangis bersuka raya Ku ingin memintanya untuk meniti waktu Mencari nada piano medan hati, sehati untuk sebuah mimpi`
Kuharap, Dalam rindu sendu mengharu kalbu, Dia ada untukku, Aku ada untuknya, Kubaca halaman demi halaman Taufan ditarik kenyataan Menyentak merentak-rentak Hingga kini, Ruang-ruang batinku Masih mara mewaja Menanti seorang sahabat hati, Yang mendengar curahan yang mengurai hati
26/10/15
|
Silahkan tinggalkan komentar dan terimakasih sudah meninggalkan komentar.