Ku menilik persona dia bertumpu tungkai mengacak
bacaannya
Molek raganya laksana kesuma hijau pateranya
Semilir hembusan angin membelai biru karibia
hijabnya
Tiada menggoyahkan sariranya
Dan disebalik hijab itu terhimpit rapi elok
parasnya
Dia,
Segelintir pesona tersembul dikala ia menampakkan senyumnya
Binar sinar mentari membasuh indah lembut pipinya
Menambah kilau aura keanggunannya
Namun dia senantiasa menjaga nirmalanya auratnya
Berteguh hati atas keimanannya
Dia,berucap
Hati serasa luluh mendengar lirih tutur katanya
Afeksi nurani bertunas disaat ujarnya mengalir dari bibirnya
Filantropi sanubari berlabuh terbawa gelombang bestarinya
Sekedar luapan pukau sahaja kepadanya
Angan semampai angkasa, nyata kehendaknya
Satu haluan nama baginya, Sang Pemimpi katanya
Dia,Nanda
Namanya menawan kirana sepermai tingkah lakunya
Tiada beriak hatinya sepadan dengan khalikahnya
Senandika hidupnya sedemikian bersyair, merdu mengiringinya
Senandung amal suci adalah halwa perasaannya
Memang dia sholehah bukan semata perihal penampangnya
Dia,Nanda
Layak saja khalayak berasakan jadi sahabatnya
Sebab tulus lagi lurus hati batin kecilnya
Engkau,Nanda
Telah ku gantungkan sajak di punggung rembulan melewati perbatasan gelap dan
terang
Demi menghanturkan gelora tuk mengobarkan semangatmu menuju kejayaan yang
cemerlang
Maka engkau,Nanda istiqamah janganlah cepat hilang..
#ThanksToSahabatkuAfrizal |
Silahkan tinggalkan komentar dan terimakasih sudah meninggalkan komentar.