Saturday, 10 March 2018



Ghiroh for Aleppo

Ashadu alla ilaha illallah,
Wa ashadu anna muhammadar rasululullah..
Ingatlah Allah, syukur pada-Nya

Langit malam cerah kerlip gemerlap bintang memayungi bumi
Nyanyian rayap ditengah sunyi masih jelas kita dengar
Udara segar yang tak dibeli masih bercengkrama dengan damai
Tak ada lendir yang mengikis selaput nanah
Tak ada raungan darah yang melimpah ruah
Tak ada percikan lumpur air mata
Hangat air suasana sejuk bening  masih kita rasakan

Tak pernahkah sejenak saja,
Mengambang di awang-awang benak kita nuansa batin mereka yang bobrok,
Di gorok, di arak-arak peluru kehancuran yang goblok?
Disiram nista tak berkesudahan?`
Diselimuti reruntuhan berlapis-lapis ton?
Sahabat mukmin hulubalang  disela-sela labirin rudal,
Diseret ketakutan yang rumit di deskripsikan.



Aku tertating tergopoh tak bernyali,
Berlipat lutut di halaman rumah penuh panorama kesenangan belaka,
Dijerat insisi kekejaman dan keegoisan hati yang  tak mau berbagi,
Dedaunan jadi kuning kering berkerak
Bermilyar insekta bunuh diri bersama
Ikut merasakan apa yang mereka rasakan..
Tidakkah kita malu?
Mengapa kita masih santai bersiul  mendengar irama piano?
Menghitung-hitung materi berbuat sia-sia dan amburadul?
Berpesta ria berfoya-foya dikedai tanpa etika?

Sementara jiwa mereka di sobek dicincang dokumen perjanjian..
Beratus merek antena televisi
Satu pun tak merasa pekak gendang  telinganya.?
Alat perekam meledak dalam bahana ruang hampa...
Kezoliman berteriak dimana-mana
Titik kabar nya tak terjumpa di layar kaca
Kutunggu-tunggu perkembangannya..
Sekonyong-konyong aku berderak-derak
Aku tak mengerti, Tuhan...

Lengkaplah bagian biadab budaya barat komunis..
Yang garang , bringasan dan tamak pada uang
Tak menjunjung  atas nama perbedaan ...
Semuanya jadi kabut,
Aneh?!!

Angin mati sehari,
Bukit gersang dikelilingi kubur,
Tiap dua puluh lima menit..
Bombardir merajalela pengap dengan keringat berduri..
Tarbiah Allah memulungkan ibrah,
Bersabarlah...
Letusan hanguskan paru-paru pada rongga dada
Dingin terasa menggigil sakaratulmaut merasuk sukma
Jihad fi sabillillah...

Tiap makrodetiknya semesta  Aleppo bungkam tak bisa berkutik barang sepatah kata..
Cambukan haliintar riang mengiringi sekon demi sekonnya
Pertaruhan iman akan derita yang tak putus-putusnya
Memang tujuannya warga sipil..
Tapi, bertukar layar berlain corak..
Remuk redam bom melayang tak pandang bulu
Merambat , menjalar jaringnya pada masyarakat awam..


Simpang siur menyapu nyawa yang  telah terbang..
Tiap jam  Rusia sang pembantai kelas kakap yang gila..
Meneteskan peluh merah , mengepulkan debu yang berdarah ..

Siapakah yang tak menjerit??
Sepatu-sepatu serdadu menginjaki kening yang  tak berdaya..
Peluru menyapa anak kecil yang sembunyi di kolong meja..
Menembak punggung muslim yang menuai solat seraya berdoa..


Siapa yang tak iba?
Katakan padaku...
Hanya orang yang mati hatinya, jauh dari rahmat-Nya
Tertutup nuraninya dengan hawa dan nafsu..


Menilik eskalasi krisisnya,
Suriah memanggil kita begitu nyaring,
Bertandanglah , tuliskan senyuman di bibir mungil mereka..
Hapuskan elegi-elegi kesedihannya, luncurkan sedekah, ringan tangan..
Dan tenggelamlah dalam doa-doa yang bersahaja hingga memancar ke surga-Nya
Ghiroh Aleppo takkan sirnah,
Bebaskan bumi anbiya’...

Lahaula wala quwwata illa billah..
07/05/16
#saveAleppo
#AleppoisBurning


Buatmu sahabatku , hadirmu ku hargai
Hari yang indah,
Senyuman pertama
Hulurkan salam ukhuwah kita
Berpesan mengingati
Dituntut agama
Kita bagaikan satu keluarga
Silaturrahim ini tak akan terpisah
Kita jalinkan seperti Rasulullah dan sahabat
Kita laungkan ALLAHU AKBAR , ALLAH MAHA BESAR
Seiring sehaluan satu cita dan impian
Susah dan senang kita tempuhi bersama
Bertemu berpisah kerana Allah
Demi satu kejayaan
Perlu pengorbanan
Keazaman juga ketabahan
Inilah kehidupan menuntut kesungguhan
Tak semudah indahnya khayalan
Silaturrahim ini takkan terpisah
Berbahagia untuk slamanya
InsyaALLAH



Ukhuwah yang dibina biarlah seperti seutas tasbih
Ada awal, tiada penghujung
Dicipta untuk mengingati-Nya
Dibahagikan untuk cinta-Nya
Dan diratib untuk ridho-Nya

#Bahagiaitusederhana
#Denganmengenal-Nyadanbersuadenganmu
#salamukhuwahfillah
#NandaSri_
#BeAlovelyMuslimah





Silahkan tinggalkan komentar dan terimakasih sudah meninggalkan komentar.

NANDA SRI WAHYUNI PULUNGAN . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates