Saturday, 10 March 2018


Benua pelangi


Setangkai kenanga imajikan syahdu
Memetik angin selingga jingga
Yang tampak hampa dirumpun taman
Fajar menyemburkan aneka rama-rama
Menjemput lendir kuning di remang pagi

Aku pernah bersamamu
Merasakan sedih dan semangat yang sama
Aku seorang cendikia, bercita rasa luar biasa

Diamlah,
Dan lihat itu...!
Kumpulan awan kerap mengundangku bermimpi
Tentang cita-cita lusuh
Yang kulesatkan noda tinta di catatan tuaku
Berbekal warisan pemberian ayah!
Catatan tua itu berselimut debu tebal
Menganga di bufet dadaku

Bagai mengusung beribu laba-laba yang menggantung
Aku ingin Indonesia tetap sebagai objek
Objek dalam album-album sejarah dunia
Tak ada lagi angan selain itu

Aku tahu bahwa ddia tahu
Belantara antero ini sedang kritis
Aku tahu bahwa dia tahu
Penopang tiang-tiang seringkali goyah
Terbuai kilauan dan naungan pepohonan
Hingga cabng-cabang nya masih dipertanyakan?
Daunan hijau pun kering dan berguguran
Bunga apalagi ?
Wanti-wanti tuk mekar  di jagad sengit yang penuh dengan bunyi
Kehebohan ego di sepanjang pesisir jalan
Aku tahu bahwa dia tahu
Sudah tiba momen tuk membuka lembaran langit
Membaca dan menghayati halaman-halaman terlipat
Aku tahu bahwa dia tahu
Kurajut benang hidup waktu yang ku lalui
Bilamana keragaman suguhkan kebersamaan

Sekali lagi,
Aku tahu bahwa dia tahu
Ketika sawah ladang menuai cerita
Langit dan bumi menjalin cinta
Untuk kejayaan Indonesia!

Rumusan silsilah permainan bisu
Dongengkan lakon-lakon perbedaan baru yang menyebar
Savana!
Savana!
Savana!
Savana lukiskan pengertian Indonesia yang kumaksud

Kau tahu?
Sebenarnya aku bingung
Acapkali ku membakar pucuk-pucuk rindu
Menggulung segala peta buram perjalanan
Namun,
Aku belum bisa
Sudahlah,
Hangus warna sekelam sekam
Kaldera itu lupakan saja

Merancang kencana akhir
Aku akan bercerita bahwa
Indonesia menampung jutaan kantong berlapis emas
Yang berpendar dan berserak binak
Dipunggung angkasa luas antero ini

Dijaga seribu gunung,
Mengurai seribu pantai
Tergenang seribu markas kota
Terkubur seribu mimpi yang belia

Kisah dari buku-buku
Setiap detik terus bergoyang
Sejuta kata yang tersimpan disaku hatiku
Kumuntahkan melalui puisi-puisiku
Tak cukup ilustrasikan bermap-map
Lengkungan ragam bukit ini

Kala mentari menyerukan perasaannya
Mengorbit gundukan-gundukan tempat kita
Ragam bahasa!
Ragam suku!
Ragam seni merah kuning hijau warna warni
Lantunan lalala-lilili-tralatrali
Melodi hitam putih menghirup damai
Itu dentingan yang amat kusukai
Siluet yang kubayangkan dicatatan tuaku
Meski kucari kian kesana , kemari
Pendorong perang api, pertempuran besi itu tak ada !
Sebab ,
Kuputar kota ini padaku
Aku tertembak pita garuda kebanggaan negeri ,
“Bhinneka Tunggal Ika”
Kebahagiaan singgah tuk bersua dan berseru
Catat, susun, rampungkan
Terus menembus surya cahaya
Kita bangkit dengan kesadaran
Kita benua pelangi!

07/04/16




Silahkan tinggalkan komentar dan terimakasih sudah meninggalkan komentar.

NANDA SRI WAHYUNI PULUNGAN . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates