Testimoni Hati
Testimoni
Hati
Nanda
Sri Wahyuni
Kutegur
wajahku
Ternyata,
Sudah
cukup lama ku tertegun kegaduhan luka
Aku
sungguh merasa malu
Selintas
lalu aku membawa mawar
Tersentak---
Kubermimpi
di tengah hari
Merenungi
zaman gila
Konyol
bukan main,
Cagar
hatiku segera akan ditutup
Kerikil-kerikil
kecil akan memenuhinya
Dentangannya
beraneka
Menghentam
panji benak nostalgia
Buncah
sajak aneh yang memelas
Penat
memandangi pesona langit dengan sia
Ufuk sana
tiada nyatanya
Ku
ikhlaskan rinduku
Kupacu,
ku cambuk,dan ku cabik-cabik
Mata sukma
ini menyusuri lorong sempit tak bercelah
Sempat
terlontar dibibirku
“ Kau
yang terbaik!!! ”
Namun
kurasakan ramai dalam sunyi
Segala
filsafat tak akan beralun lagi
Semua
kefanaan waktu
Pontang
panting ku memburu malam kelu
Bergalau
seperti kaleng-kaleng kosong
Lihatlah?
Sepintal
titikpun tak bersambut
Daun
bergoyang
Menaburkan
sesuatu yang ku minta di sebaris doaku
Rel
lingkaran menyanyikan syair harapan itu
Ku ingin
rasaku hilang dalam udara
Ku ingin
kericuhan ini bubar
Ku ingin
semua berhenti
Allah,
Engkaulah yang Maha Baik
Kau yang
selalu ada bantu aku..
Aku
bingung
Semua
simpang siur..!
Roda
kereta berputar perlahan
Testimoni muhasabah cinta mengeritiki
Cahaya
putih?
Sergap
aku menuju jalanmu..
Untuk
belajar menerima semuanya
Terkadang kenyataan tak seperti apa yang diharapkan
But, I
Know everything happen for a reason!
Pangkas
cakrawala rasa ini,
Agar ku
tak berkutat
Agar ku
melupakan rajutan hitam
Agar ku
pekakkan pendengaranku
Biarkan ia
dipukul angin yang terpendam
Ditingkap
merapuh
Di borgol
hingga pada akhirnya ku menyerah
Dan
pelangi ketenangan permai meneduhiku lagi
Seperti
dulu..
Suara
bisik-bisikMu ada dalam hatiku...
Seperti
dulu..
Cinta
terkepung kiswah suci
Tak ada
tiang-tiang tetesan kelu kesah yang mewabah
Panyabungan,23
Des 2015

