Friday, 25 December 2015



Testimoni Hati
Nanda Sri Wahyuni

Kutegur wajahku
Ternyata,
Sudah cukup lama ku tertegun kegaduhan luka
Aku sungguh merasa malu
Selintas lalu aku membawa mawar

Tersentak---
Kubermimpi di tengah hari
Merenungi zaman gila
Konyol bukan main,

Cagar hatiku segera akan ditutup
Kerikil-kerikil kecil akan memenuhinya
Dentangannya beraneka
Menghentam panji benak nostalgia
Buncah sajak aneh yang memelas
Penat memandangi pesona langit dengan sia

Ufuk sana tiada nyatanya
Ku ikhlaskan rinduku
Kupacu, ku cambuk,dan ku cabik-cabik
Mata sukma ini menyusuri lorong sempit tak bercelah
Sempat terlontar dibibirku
“ Kau yang terbaik!!! ”
Namun kurasakan ramai dalam sunyi
Segala filsafat tak akan beralun lagi
Semua kefanaan waktu
Pontang panting ku memburu malam kelu
Bergalau seperti kaleng-kaleng kosong
Lihatlah?
Sepintal titikpun tak bersambut

Daun bergoyang
Menaburkan sesuatu yang ku minta di sebaris doaku
Rel lingkaran menyanyikan syair harapan itu
Ku ingin rasaku hilang dalam udara
Ku ingin kericuhan ini bubar
Ku ingin semua berhenti
Allah, Engkaulah yang  Maha Baik
Kau yang selalu ada bantu aku..
Aku bingung
Semua simpang siur..!

Roda kereta berputar perlahan
Testimoni  muhasabah cinta mengeritiki
Cahaya putih?
Sergap aku menuju jalanmu..
Untuk belajar menerima semuanya
Terkadang  kenyataan tak seperti apa yang diharapkan
But, I Know everything happen for a reason!

Pangkas cakrawala rasa ini,
Agar ku tak berkutat
Agar ku melupakan rajutan hitam
Agar ku pekakkan pendengaranku
Biarkan ia dipukul angin yang terpendam
Ditingkap merapuh

Di borgol hingga pada akhirnya ku menyerah
Dan pelangi ketenangan permai meneduhiku lagi
Seperti dulu..
Suara bisik-bisikMu ada dalam hatiku...
Seperti dulu..
Cinta terkepung kiswah suci
Tak ada tiang-tiang tetesan kelu kesah yang mewabah



Panyabungan,23 Des 2015

Silahkan tinggalkan komentar dan terimakasih sudah meninggalkan komentar.

NANDA SRI WAHYUNI PULUNGAN . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates