Ledakkan Elegi Itu
Ledakkan elegi
itu
Hanya desihan yang ada
Itupun sama sekali tak terdengar
Tidakkah kau tahu, kawan?
Desihan jutaan sel menjerit terluka
Mirintih dan mengiba belas kasihan
Menderu bersama goncangan hebat
Sebuah elegi yang memilukan
Tiga menit dimasuki sunyi
Ia merambah dan mulai menjalar ke ruang hampa
Yang tak terjamah
Menyelundup ria di kesenjangan dunia
Berduyun-duyun singgah di kegalauan hati pemuda
Tertimbun rantai besi yang bisu
Kejam..
Bercelup dengan suara yang mengerang
Ia hadir bak semburan kilat
Bergelora dan semakin bergairah
Merangkak , berjalan dan mulai berlari
Merasuki relung
jiwa generasi penerus
Anak-anak kecil berlompatan lugu
Ikut bergelut dalam histologi keji
Narkoba racunnya berwarna-warni
Otak yang menapak sepanjang jemaring angka-angka
Yang selalu berkata dua adalah dua
Kini dicuci oleh bubuk halus nikotin, sabu-sabu dan
sejenisnya
Ahh,
Semua berubah
Yang biasa berkata dua menjadi satu
Yang disebut lima menjadi tiga
Gumamku dalam hati
“Apa yang sebenarnya terjadi?”
Syarafnya terbius oleh basa-basi serbuk-serbuk heroin
Tangannya mengepal setumpuk ganja
Beraneka jenis narkoba itu
Bermanja dan bergembira dalam tubuhnya
Mengisi lembar demi lembar sejarah
Begitu cepat bertegur sapa dengan kematian
Begitu sukarnya
Membuka tirai-tirai yang keluh
Dan membangunkannya
Yang sudah bertatap dan menapaki kecanduan nestapa
Begitu sengitnya
Melawan keingintahuan itu
Tanpa adanya sebongkah iman dan takwa
Yang melekat dalam diri
Sadis , begitu mungkin ungkapannya
Wahai pemuda bangsaa..
Berhenti mengayun bersama alunan melodi virus nurjana
Narkoba biadab..
Lepas, hempaskan semuanya
Jejak biarlah ia membekas
Sirna ditelan detikan waktu yang mengalir
Kau tahu, kawan?
Jagat sambut menyambut dari segala sisi
Dengan gegap gempita , ia tersenyum
Bom potensi yang lama membungkam dalam dirimu
Wahai pemuda ...
Hari ini, ledakkan semua segera!!!



Silahkan tinggalkan komentar dan terimakasih sudah meninggalkan komentar.